INTIFADA

INTIFADA
PERJUANGAN ADALAH DIATAS SEGALA-GALANYA DEMI MEMPERTAHANKAN TEGAKNYA IZZATUL ISLAM DI MUKA BUMI " ISYHADU BIANNA MUSLIMUN "

Selasa, 12 Agustus 2008

BERFIKIR HOLISTIK DAN INTEGRAL


Ada banyak wacana yang berkembang diketengahkan para pemikir, baik pemikir lokal maupun barat, ditengah terbentuknya kesenjangan antara timur dan barat baik ekonomi, teknologi maupun peradaban lainnya, hendaknya kita mencermati perkembangan zaman yang semakin jauh meninggalkan kita dari berbagai kemajuan yang diperolehnya. Disisi lain kita telalu sering menjadi penonton bahkan konsume dari semua kemajuan peradaban barat. Bangsa kita hanyalah sebagi bangsa pemakai bukan pencipta, memang enak menjadi pemakai asalkan punya uang ngga ada masalah tentunya kita beli saja, lantas dimanakah kreatifitas bangsa ini.

kreatifitas sesungguhnya telah menjadi budaya bangsa-bangsa yang maju dari hari-kehari terus melahirkan penemuan-penemuan yang mengandung nilai-nilai baik ekonomi maupun kemanusiaan. Penemuan teknologi dan berbagai macam peralatan modern dan canggih menjadi hal yang mutlak dicari untuk mengikuti perkembangan zaman.

Bangsa ini akan menjadi bangsa tertinggal disemua lini dan aspek kehidupan akselerasi budaya dan teknologi canggih menjadi paduan yang sangat urgent untuk mencapai sebuah bangsa yang maju dan berperadaban tinggi.

kemajuan barat dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi hendaknya menjadi contoh dan ransangan bagi bangsa kita agar bangkit dari keterpurukan, budayakan cara berpikir yang holistik dan integral (menyeluruh dan menyatu). berbagai peradaban bangsa di dunia yang telah maju harus diadopsi oleh bangsa kita agar bangsa kita sejajar dan menjadi kompetitor bangsa lain. Daya saing yang belum kita punyai merupakan momok yang mesti dihilangkan dan merubah paradigma konsumerisme menjadi paradigma produktif (menghasilkan) karya-karya yang bernilai dan mendunia.

Inilah cara berpikir yang seharusnya mesti dikedepankan holistik dan integral , antara pikiran pemerintah selaku penyelengara negara dengan rakyatnya.

Semoga bangsa ini kedepan akan merubah cara pandangnya dan menjadi bangsa yang maju setara dengan bangsa-bangsa lain yang telah mendahului kita. Kesetaraan dan hidup berdampingan dalam memakmurkan bangsa merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia.

Kapankah bangsa ini menjadi rekor terbaik dalam hal-hal positif, kita semua cuma berharap suatu saat hal ini akan kita peroleh , mungkin pada generasi berikutnya yang akan dinikmati oleh anak dan cucu kita, karena saat ini rekor yang kita peroleh cuma sisi buruknya aja ( rekor negara terkorup di asia dan di dunia).

Semoga semua ini menjadi tamparan muka bangsa ini yang hendaknya di ikuti dengan berbagai perubahan dan perbaikan disemua lini kehidupan berbangsa dan bernegara karena rakyat masih mimpi dan merindukan yang namanya kemakmuran dan kesejahteraan hidup. (Ghira)

Tidak ada komentar: